NT$530

Apabila kita “menolak” hubungan dengan barang (Dan), dan “membuang” barang (Sha), maka kita bisa “melepas”

keterikatan darinya (Ri), sehingga esensinya sendiri adalah “mengeluarkan” barang. Itulah inti dari Danshari, filosofi decluttering Jepang yang telah mendunia.

 

Hideko Yamashita, seorang ahli decluttering ternama asal Jepang, membuka mata kita bahwa tumpukan barang yang tidak kita butuhkan di rumah merupakan bukti dari adanya perasaan atau pikiran negatif kita yang menyangkal ketidakbergunaan barang tersebut. Melepaskan barang-barang tersebut sejatinya berkaitan erat dengan membebaskan hidup dan diri kita sendiri.

 

 

Tak sekadar membenahi barang, buku ini juga bertujuan untuk membenahi pikiran sehingga kita dapat hidup dengan mood yang lebih baik, sesulit apapun kehidupan kita. Buku ini juga memuat kisah orang-orang yang telah mempraktikkan Danshari dan berimbas pada hidup yang lebih baik. Dengan mengubah pandangan akan nilai barang-barang yang kita pegang selama ini, buku ini mengajak Anda beraksi dan mentransformasi hidup.

Jadi, mari kita ber-Danshari bersama-sama.

 

 

“Danshari merupakan penyembuh, atau setidaknya perawatan … bagi penyakit di zaman kita ini, yakni hidup berlebihan.” –The Japan Times

 

“Danshari memiliki makna lebih dari sekadar merapikan. Ia memandang hubungan Anda dengan barang-barang Anda secara jujur, dan membebaskan pikiran Anda dari kebutuhan untuk melekat pada mereka.”–The Irish Times

 

“Kita hidup pada era di mana segala jenis kebutuhan mudah sekali didapatkan. Produksi barang cukup padat dan pesat, mudah sekali belanja dalam genggaman tangan kita. Sayangnya, barang-barang yang berhasil masuk ke dalam hunian jumlahnya tak terbendung, bahkan mampu memperbudak diri. Harapan awalnya, membeli untuk memudahkan hidup. Faktanya justru membuat hidup semakin sulit, overwhelming. Di sisi lain, muncul berbagai penyakit psikis yang disebabkan keterikatan terhadap benda-benda tersebut.

 

Muncul rasa takut kekurangan, takut barangnya hilang, dan seterusnya.

 

Merusak keseharian serta mental. Di sinilah seharusnya kita jeda, belajar dari proses tubuh bekerja. Bagaimana tubuh mengeluarkan toksin secara berkala. Melepaskan karbon dioksida, keringat, dan kotoran lainnya. Jika ada yang berlebihan, akan terakumulasi dalam bentuk rasa tak nyaman (sakit). Seperti yang dipaparkan oleh Hideko Yamashita dalam konsep Danshari, salah satu metode decluttering yang terinspirasi dari olahraga Yoga.

 

 

Danshari mengajarkan pada kita untuk hidup selaras dengan alam, hidup sehat, dan memulainya dengan melepaskan sesuatu yang tak lagi dibutuhkan. Terutama dalam membenahi ruangan yang penuh sesak oleh timbunan barang. Dengan melepaskan barang, akan banyak sekali manfaat yang didapatkan. Maka, yuk ber-Danshari. Mudah-mudahan hidup kita menjadi lebih ringan dan nyaman menjalani hari-hari.” -Khoirun Nikmah, Penulis Buku Gemar Rapi, Co-Founder Gemar Rapi, dan Blogger

 

 

“Buku ini bukan tentang gaya hidup minimalis, tetapi lebih dari itu. Kita diajak untuk memiliki independensi dari barang yang kita butuhkan, yang bukan dikemudikan oleh selera. Melihat barang berdasarkan fungsi dan manfaatnya, menggunakannya dengan maksimal sehingga dapat mengoptimalkan hidup kita Danshari atau mengeluarkan, sering kali identik dengan jumlah yang berkurang, berkonotasi negatif. Namun, dari buku ini, kita diingatkan bahwa mengeluarkan dapat berarti menyucikan, menyehatkan, dan membuat kualitas hidup lebih baik lagi. Banyak hal penting dan baik yang dapat kita raih, ketika kita mengeluarkan hal yang tak lagi kita butuhkan.”

–Britania Sari, Praktisi Zero Waste, Co-Founder Akarintis dan Ketumbar Workshop