Aku tak percaya bapak-bapak anggota dewan, aku lebih percaya kepada dinding
toilet. Prolog: Beberapa tahun sebelum aksi-aksi paling subversif, Tuan Putri
masih mengingat pertemuan dirinya dengan si orang menyebalkan itu; orang yang
dengan kurang ajar membuatnya menunggu dan bersiap menjadi perawan tua. Ia
sedang duduk di sana, di samping tangga dengan wajah cemberut, ketika Tuan Putri
menghampirinya dan mencoba menghibur hanya karena Tuan Putri benci melihat wajah
kusut seperti itu. Si laki-laki menoleh, lakilaki yang telah memutuskan tanggal
10 April sebagai hari perkawinan mereka dan berkata bahwa kau cantik, ia memang
kurang ajar, sebelum keluhan yang sesungguhnya keluar: ia seperti kesakitan
bicara tentang buku Immanuel Kant yang dimakan kutu buku atau tikus, dengan
halaman yang lepas-lepas dan sebagian bab bahkan hilang, serta kertas yang
patah-patah di perpustakaan kami. Ia bilang buku seperti itu tak layak dicuri
dan itu yang membuatnya tampak tak berbahagia.







Reviews
There are no reviews yet.