Kematian Kecil yang Kita Pilih dan Kehidupan-Kehidupan Setelahnya adalah undangan untuk menelusuri luka yang tak selalu berdarah, kehilangan yang tak selalu berkabung, dan cinta yang tak selalu bisa diberi nama.
Dari kabut Pontianak yang tak kunjung reda, ke Yogyakarta tempat garis-garis kehidupan bertemu dan bersatu, hingga kui di Bangkok tempat nama bisa dilahirkan kembali—ketiga belas cerita di buku ini ditulis untuk mereka yang dilupakan, yang dikaburkan dalam dokumen, yang dimakamkan tanpa nisan, yang dipaksa hilang oleh sistem yang rusak dan negara yang tak hadir.










Reviews
There are no reviews yet.