Otak adalah organ yang lapar, yang menghabiskan sekitar 20% energi tubuh. Namun, ketika memilih sesuatu untuk dikonsumsi, kita cenderung lebih memikirkan dampaknya bagi kesehatan fisik. Apakah ini baik bagi jantung? Apakah ini akan menambah berat badanku? Apakah ini menyebabkan kanker atau diabetes?
Tidak hanya kita yang berpikir seperti itu, pada umumnya tenaga medis pun kurang menghargai pentingnya pola makan bagi kesejahteraan mental. Padahal sudah lama kita mengetahui bahwa usus bukan merupakan organ yang bekerja sendiri, usus secara teratur berdialog dengan otak. Saat ini, sains mulai memusatkan perhatian pada wacana ini, dan penemuannya cukup mengejutkan.









Reviews
There are no reviews yet.