Ananta, si gadis keras kepala. Pecinta musik. Hobi memetik gitar untuk
mengutarakan perasaannya. Jiwanya penuh dengan semangat dan kebebasan. Namun, ia
merasa terkungkung. Abi tidak mendukungnya untuk bermusik. Bagi Abi, musik dekat
dengan maksiat. Ananta tidak mau tahu. Baginya, bermain musik bisa menyampaikan
kerinduannya kepada Umi yang meninggal waktu dia masih kecil. Ananta remaja
memilih untuk bermain di sebuah band dengan teman-temannya, bahkan berencana
untuk ikut festival musik. Abi menawarkan sebuah pertaruhan yang menggoda: kalau
Ananta menang, dia boleh terus bermusik. Kalau kalah, Ananta harus melanjutkan
studi S1 di Kairo. Ananta mengiakan. Sayangnya Ananta gagal. Bukannya menepati
janjinya dengan Abi, Ananta malah kabur ke Bolaang Mongondow, tempat pamannya
tinggal. Saat mendarat di Manado, Ananta bertemu seorang pemuda bernama Loka,
sesama pecinta musik. Bedanya, Loka memainkan kolintang. Loka mengajaknya
berkolaborasi. Pertemuan yang semakin intens membuat keduanya saling tertarik.
Sayangnya, jatuh hati tak selalu semanis cinta. Kisah cinta mereka begitu
bertolak belakang seperti siang dan malam.













Reviews
There are no reviews yet.