“Ada hari-hari ketika cemas terasa terlalu dekat, dan dunia terlalu cepat. Sore, Matcha, dan Cemas yang Sama adalah ruang kecil untuk berhenti sejenakāmengizinkan diri bernapas, merasa, dan jujur pada apa yang selama ini ditahan.
Di antara hangatnya matcha dan senyapnya sore, buku ini mengajakmu melihat bahwa hal sederhana pun bisa menjadi pegangan. Bahwa meski kita membawa luka dan ketakutan masing-masing, kita selalu punya alasan kecil untuk bertahan sedikit lebih lama.
Serasa teman, buku ini berkata, āKamu tidak sendirian.ā Waktu akan mengurai yang rumit, hati akan menemukan jalannya, dan kamu akan menyadari bahwa kekuatanmu sering muncul justru saat kamu merasa paling rapuh.”
Keterangan
Pemuda yang lahir di Lampung Selatan tahun 2005 ini sangat suka dengan hal baru. ia suka mengekspresikan perasaan lewat kata-kata. Setelah sukses dengan Buku Lelah, untuk Masa Depan, dia pun telah menulis dua buku pengembangan diri lainnya. Ini buku keempat darinya
NT$530







Reviews
There are no reviews yet.