Pernah nggak kamu merasakan kalau hidup sepertinya normal, baik-baik saja, sudah penuh, tetapi sebenarnya hatimu kosong?
Sibuk bekerja, berjuang, berlari mengejar impian, tetapi di akhir hari, tetap sulit tidur dan merasa kehilangan arah. Atau, sibuk menentukan target, berproses, dan melakukan pencapaian, tetapi kok tetap saja tidak sukses?
Sibuk Jadi Hebat, tetapi Lupa Jadi Tenang mengajakmu memahami sisi lain dari segala kelelahan: overthinking, burnout emosional, anxiety, kehilangan arah, dan perang batin yang sering kali tidak terlihat.
Melalui pendekatan reflektif dan motivasi Al-Qur’an, kita akan diajak mengenal ulang sumber stres, melepaskan beban yang tak perlu, dan menemukan kembali ketenangan yang tulus dari dalam diri.
Buku ini adalah panduan untuk kita menata ulang hidup—agar kita tidak hanya menjadi hebat, tetapi juga benar-benar tenang







Reviews
There are no reviews yet.