Terkadang kamu berubah karena ambisi. Terkadang kamu bertahan karena tak ingin
kehilangan. Terkadang kamu mengejar ilusi karena sebuah penolakan.
Semua itu bergumul di kepalamu, seperti instalasi lampu yang pecah di ruang
tengah. Dan ketika itu terjadi, ada kalanya kamu harus pergi. Bukan menapaki
kaki di gunung-gunung tertinggi. melainkan menyelam ke dalam diri sendiri. Oleh
karena itu, mari berjalan beriringan, mencari kembali semua hal yang membuatmu
menjadi seperti hari ini.
Prolog:
Apa yang membuatmu menjadi seperti hari ini? Seseorang yang tegak berdiri.
Seseorang yang telah berjabat tangan dengan kesalahan-kesalahan di masa lalu.
Seseorang yang telah berani membuka lembaran lembaran baru. Atau mungkin belum?
Kepalamu masih tertunduk. Kamu masih enggan berjabat tangan dengan
kesalahan-kesalahanmu. Kamu masih menjadi orang yang sama seperti ketika kamu
memulai untuk bercita-cita. Lembaran bukumu masih tertimbun di antara tumpukan
keraguan dan keengganan untuk bergerak. Di tengah rasa frustasi dan
ketidakmampuan, kamu mulai melihat ke belakang, mengambil jarak dengan sendiri.
Mencari tahu apa sebenarnya alasanmu melakukan apa yang kamu lakukan saat ini.









Reviews
There are no reviews yet.