Manusia yang Asyik dengan Dirinya

NT$270

Apa jadinya ketika manusia benar-benar berdiri sendiri, tanpa perlindungan agama, tanpa pelukan budaya, tanpa sandaran masyarakat? Manusia yang Asyik dengan Dirinya mengajak pembaca masuk ke dalam wilayah sunyi eksistensi, saat individu tak lagi disokong oleh struktur luar, melainkan harus bergulat dengan keheningan batin, kehampaan tujuan, dan kebebasan sekaligus menakutkan.

Buku ini bukan hanya tentang kesendirian dalam arti fisik—melainkan kesendirian filosofis, spiritual, dan eksistensial. Ia mengupas lapis-lapis diri manusia ketika semua identitas sosial ditanggalkan: Siapakah kita ketika kita tidak lagi menjadi anak, pasangan, pekerja, atau warga negara? Apa yang tersisa ketika nama dan peran sudah tidak relevan? Apakah mungkin membangun makna dan nilai hanya dari dalam diri sendiri?

Manusia yang Asyik dengan Dirinya menyajikan perpaduan antara analisis filosofis, kritik budaya, dan meditasi personal. Sebuah karya yang memprovokasi pikiran, mengguncang kenyamanan, dan membuka pintu ke dunia batin yang selama ini mungkin enggan kita masuki.

Manusia yang Asyik dengan Dirinya
Manusia yang Asyik dengan Dirinya

NT$270

Add to cart