Kebahagiaan—paling sering dibicarakan, sekaligus paling sukar dipahami. Dalam keadaan buta dan tergesa-gesa, semua orang mengejar kebahagiaan tanpa arah, yang akhirnya hanya mendapatkan lelah.
A Happy Life, yang dirangkum dari kumpulan catatan dan surat-surat Lucius Annaeus Seneca, mengajak kita merenungi “apa tujuan kita”, kemudian “mana jalan terbaik untuk mencapainya”. Salah satu pemikir
Romawi yang disebut sebagai paling cerdas di antara semua filsuf Stoa ini, mencoba menjawab dua pertanyaan tentang apa itu bahagia dan apa saja yang mendasarinya.
Pembaca era modern saat ini akan merasakan, betapa buah pikir Seneca tak pernah usang dan tetap relevan meski sudah dua milenium berselang sejak dituliskan.
Endorsement
“Hampir semua orang mencari kebahagiaan, tetapi sebagian besar mungkin tersesat dalam definisi kebahagiaan yang rapuh. Seneca menerangkan kebahagiaan menurut Stoikisme yang berbasis kebijaksanaan dan keutamaan. Dengan argumen yang jelas dan bernalar, Seneca akan menunjukkan jalan menuju kebahagiaan kukuh yang tidak bergantung pada hal-hal eksternal.” –Henry Manampiring, Penulis Filosofi Teras
“Dengan membaca dan mengkaji pemikiran para filsuf Stoik, seperti Seneca, kita dibawa pada kesadaran akan pola-pola alamiah dalam kehidupan dan bagaimana menerima serta menemukan kebahagiaan di dalamnya. ‘Selama engkau masih hidup, teruslah belajar untuk hidup,’ demikian kata Seneca. Buku ini adalah manifestasi paling tepat dari ujaran Seneca tersebut.
Buku ini merupakan bukti bagaimana Seneca belajar tentang hidup, berisi serangkaian pelajaran yang dapat menjadi rujukan nan mencerahkan bagi siapa pun yang berminat belajar tentang hidup. ‘Bukan persoalan banyaknya buku yang kita miliki, melainkan seberapa bagus buku tersebut.’ Ini pun kata Seneca, dan buku ini adalah salah satu buku yang bagus itu.”
–Fahruddin Faiz, Penulis Menjadi Manusia Menjadi Hamba
“Seneca seorang penulis hebat dan bijak yang membagikan nasihat-nasihat bagus kepada para sahabatnya. Sebagian besar nasihat-nasihatnya bertahan melalui surat-surat yang menjadi panduan bagi para sahabat dan juga bagi kita saat ini untuk melalui berbagai masalah seperti duka, kekayaan, kemiskinan, sukses, kegagalan, pendidikan, dan banyak hal lainnya.” –Ryan Holiday, Penulis The Daily Stoic
“Apabila para penyair dan filsuf bermimpi dapat memengaruhi para penguasa, maka Seneca adalah orang yang dapat melakukan hal itu. Seneca seorang ahli retorika terkenal, seorang satiris, penulis beberapa buku sejarah alam, dan seorang penulis drama. Dia juga yang saat ini bisa disebut sebagai ahli etika.” –Elizabeth Kolbert, Jurnalis








Reviews
There are no reviews yet.