Memilih adalah privilege terbesar manusia. Ini adalah momen yang kemudian menentukan arah hidup yang
akan kita jalani selanjutnya. Namun, satu hal yang kadang kita lupa adalah memilih bahagia. Bertahan
hidup dulu, bahagia kemudian. Bahagia menjadi tujuan
akhir di garis finish, sehingga kita seolah melakukan justifikasi kenapa kita sekarang merana. Padahal
keputusan untuk menjadi bahagia bisa kita ambil di sepanjang jalan, every step of the way. Membaca buku ini akan terasa mendengarkan teman bercerita.
Tentang pentingnya hidup di present moment; tentang pentingnya untuk kita menanamkan kebiasaan baik
dalam hidup, seperti berinvestasi; tentang cara menikmati kesunyian; tentang memilih orang yang
mengelilingi kita; dan tentang kebahagiaan.












Reviews
There are no reviews yet.