“Kita adalah satu-satunya orang di dunia yang mengetahui secara langsung setiap pikiran, perasaan, dan pengalaman yang pernah kita alami. Namun ironisnya, akses penuh terhadap pikiran sendiri justru membuat kita sering menjadi orang terakhir yang percaya pada pikiran, perasaan, atau pengalaman tersebut. Kita tidak selalu mampu melihat sisi baik dan buruk dalam diri kita, sementara orang lain bisa menilainya dari luar. Pepatah ‘Gajah di pelupuk mata tidak tampak, kuman di seberang lautan tampak’ menggambarkan apa yang disebut sebagai blind spot manusia.
Pandangan orang lain tentang kepribadian kita sering memengaruhi pikiran dan perasaan. Padahal, seharusnya kitalah yang paling mengenal diri sendiri. Kabar baiknya, orang lain hanya bisa menilai apa yang tampak atau apa yang kita tunjukkan. Artinya, dalam banyak aspek yang sulit diamati atau diakui orang lain, kita tetap menjadi orang yang paling memahami diri sendiri.
Buku ini membantu kita mengenali diri lebih dalam agar kita dapat bertemu dengan ‘diri sejati’ melalui self-awareness. Dengan memahami cara kerja pikiran, harapannya kita mampu mengendalikan pola pikir dan mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih positif.”










Reviews
There are no reviews yet.