Marni dan Rahayu adalah potret dari dua generasi perempuan yang hidup dalam dunia dimana tubuh mereka dikontrol, suara mereka dibungkam, dan kebenaran hanya milik negara. Mereka bukan hanya karakter fiksi, tetapi perwakilan dari jutaan perempuan dan rakyat Indonesia yang hidup dalam rezim represif yang membuat mereka tak punya kuasa atas diri sendiri.
Di tengah ancaman kembalinya militerisme,kisah dalam Entrok bukan lagi sekadar pengingat, peringatan, dan bentuk perlawanan terhadap lupa. Hari-hari ini, Entrok akan menjadi teman perjuangan, bisikan kekuatan, dan denyut harapan bahkan pada hari-hari tergelap yang penuh keputusasaan.
Lima belas tahun Entrok bukan hanya tentang merayakan umur panjang sebuah karya, tapi juga tentang memperbarui komitmen kita pada kebenaran dan keadilan. Ini adalah ajakan untuk melihat ke belakang agar kita bisa melangkah kedepan dengan sadar










Reviews
There are no reviews yet.