Malam Seribu Jahanam

NT$630

Ini dongeng tiga dara. Bukankah selalu saja tentang mereka, sebab siapa

 

yang tak kenal cerita rumah, keluarga, kita. Tapi ini juga dongeng yang tak

 

kau minta, tentang yang tak terlihat, tak terdengar, terlupa.

 

Di tahun 1991, Hajjah Victoria binti Haji Tjek Sun meramal ketiga cucunya:

 

satu cucu berkelana, satu menjaga, dan satu lagi menjadi pengantin. Ketika

 

salah seorang berkhianat, dara yang tersisa terperangkap dan menoleh ke

 

belakang, menelusuri dapur berisi kuali-kuali raksasa dan sumur terlarang di

 

Rumah Victoria (kata orang jalan menuju rumah Nenek tak berujung),

 

berhadapan dengan rahasia dan mimpi-mimpi yang macet di tengah jalan.

 

Saat perjalanan dan kitab suci tidak lagi memberi perlindungan, dara yang

 

lain hadir. Ia tak diundang dan menuntut penjelasan.

 

Malam Seribu Jahanam adalah novel kedua dari Intan Paramaditha.

 

Mengolah kisah-kisah Islami dan mitos nusantara, novel ini merupakan

 

dongeng gelap tentang sesal, malu, dan hantu—sebuah renungan tentang

 

praktik beragama, retakan dan reruntuhan kelas menengah, serta rapuhnya

 

persaudaraan.

Malam Seribu Jahanam
Malam Seribu Jahanam

NT$630