Hati pria sangat berbeda dengan rahim ibu, Mariam.
Rahim tak akan berdarah ataupun melar karena harus menampungmu.
Hanya akulah yang kau miliki di dunia ini,
dan kalau aku mati, kau tak akan punya siapa-siapa lagi.
Tak akan ada siapa pun yang peduli padamu. Karena kau tidak berarti!
Kalimat itu sering kali diucapkan ibunya setiap kali Mariam bersikeras ingin berjumpa dengan Jalil, ayah yang tak pernah secara sah mengakuinya sebagai anak. Dan kenekatan Mariam harus dibayarnya dengan sangat mahal. Sepulang menemui Jalil secara diam-diam, Mariam menemukan ibunya tewas gantung diri.
Sontak kehidupan Mariam pun berubah. Sendiri kini dia menapaki hidup. Mengais-ngais cinta di tengah kepahitan sebagai anak haram. Pasrah akan pernikahan yang dipaksakan, menanggung perihnya luka yang disayatkan sang suami. Namun, dalam kehampaan dan pudarnya asa, seribu mentari surga muncul di hadapannya.
“Sebuah cerita tentang harapan akan kemenangan,
juga kekuatan menepis ketakutan. Sungguh megah!”
—New York Daily News
“Inspirasional, menyentuh hati … menuturkan secara dalam
tentang pencarian dan pengorbanan cinta.”
—Family Circle
“Emosi terpendam, kekuatan cinta, keindahan, keterlarangan, dan kesabaran tanpa batas, semua ditampilkan Khaled Hosseini di A Thousand Splendid Suns.”
—O, the Oprah Magazine
“Spektakuler … gaya menulis Hosseini membuat hati pedih, perut serasa teraduk,
dan emosi terkoyak …. Hosseini bercerita tentang kesedihan dengan pilihan kata
yang mengagumkan, karakter tokoh yang menawarkan semangat hidup
di tengah pudarnya sebuah harapan.”
—USA Today
“Sangat layak untuk dibaca!”
—More
“Hosseini sangat jernih memandang tekstur kehidupan sehari-hari
dan melukiskannya dalam bingkai kemanusiaan.”
—Los Angeles Times
“Sisi patriotisme dalam A Thousand Splendid Suns ditampilkan sepanjang buku
dan lekat dalam imajinasi kita.”
—Miami Herald
“Karakter-karakter dalam buku ini sangat menonjol, seolah-olah memasukkan pembaca ke dalam sebuah imajinasi dan menunjukkan pemecahan masalah hidup.”
—Minneapolis Star-Tribune
“Narasi Hosseini sangat jeli menangkap detail kehidupan dan memolesnya menjadi sebuah cerita kemanusiaan yang tak lekang oleh waktu.”
—San Francisco Chronicle
“Telah banyak yang kita petik dari The Kite Runner, tetapi masih banyak lagi
yang akan kita dapatkan di A Thousand Splendid Suns ….
Menggetarkan dan sangat mengagumkan.”
—The Washington Post Book World
“Novel yang menawarkan cerita penusuk tulang, menyajikan potret kehidupan
Afghan secara utuh.”
—Bookmarks Magazine
“Cerita yang memilukan tentang dua perempuan Afghan
dalam mempertahankan hidup dengan segenap kekuatan mereka.”
—Booklist










Reviews
There are no reviews yet.