Novel 23:59

NT$570

Kami akhirnya bertunangan. la tersenyum di pelaminan, mengenakan kebaya putih, memamerkan cincin, dan dikelilingi teman-teman serta keluarga yang turut bahagia. Tapi, ada satu hal yang tidak hadir di hari besarnya: kebebasan dari masa lalunya.

 

Di antara deretan bunga ucapan dan tawa para tamu, Athif-sahabat lelaki dari masa lalu Ami—hanya bisa diam menyaksikan pertunangan itu seperti menghadiri pemakaman. Karena ia tahu: di balik senyum Ami, masih ada luka yang belum selesai, pertanyaan yang belum terjawab, dan hati yang belum utuh. la tahu semuanya, karena ia tahu siapa Raga sebenarnya.

 

Raga bukan sekadar mantan kekasih Ami. la adalah cinta pertama, cinta terdalam, dan luka paling tajam. Pria yang pergi tanpa penjelasan, memutuskan hubungan secara tiba-tiba ketika Ami masih mencintainya sepenuh hati. Semua orang membenci Raga-keluarga, teman, bahkan diri Ami sendiri. Namun, anehnya, di dalam hati Ami yang hancur, masih tersisa tanya: Kenapa ia pergi? Apa salahku?

 

Aransyah datang seperti cahaya. la menunggu dengan sabar, mencintai dengan tulus, bahkan ketika tahu dirinya hanya menjadi tempat perlindungan sementara dari badai masa lalu Ami. la memperbaiki puing-puing yang bukan ia hancurkan. la bertahan, bahkan ketika Ami belum sepenuhnya kembali dari kehancuran.

 

Novel 23:59
Novel 23:59

NT$570