Menulis biografi seorang tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah, seperti Nabi Muhammad, tentu
bukanlah tugas sederhana. Dan hal ini tampaknya disadari betul oleh Karen Armstrong, salah seorang penulis terkemuka seputar tema-tema fundamental keberagamaan. Dalam upaya itu, dia mesti mencoba bergerak di antara dua ekstrem: menampilkannya sebagai sosok sakral-sempurna, atau sosok profan yang harus dikritisi.
Armstrong, menyadari kompleksitas dan sensitivitas subjek yang ditulisnya, mencoba mengetengahkan sosok Nabi yang terhormat sekaligus manusiawi. Buku ini ditulis terutama bagi pembaca Barat, di masa-masa setelah meledaknya kasus Satanic Verses, yang membuat publik internasional lebih penasaran untuk mengenal sosok Nabi Islam ini.
Buku ini berusaha menghadirkan Nabi Muhammad sebagai seorang manusia historis dalam pergulatan intensnya menemukan pencerahan ruhani dan pergulatan zaman, lalu mengubah jalan sejarah umat manusia—sekali dan selamanya.
“Karen Armstrong konsisten untuk mengajak orang Barat memahami Muhammad tanpa prasangka dan kebencian. … Armstrong juga ingin menampilkan Muhammad sebagai sosok paradigmatik yang datang kepada ‘dunia yang penuh cacat’.”
—Jalaluddin Rakhmat
“Karen menganalisis faktor-faktor teologis, sosial, ekonomi, militer, dan kultural yang membentuk sosok sang Nabi.”
—The Boston Globe
“Karen Armstrong menggambarkan Muhammad sebagai mistikus yang bersua dengan Tuhan di puncak gunung sekaligus seorang reformer politik dan sosial yang piawai. Dia juga berargumen bahwa Muhammad dapat berjaya berkat sikap welas asih, kebijaksanaan, dan penyerahan diri yang mutlak kepada Tuhan.”
-
Whatsapp 0984-287-114









Reviews
There are no reviews yet.