Seni Menyikapi Hidup

NT$530

Di tengah dunia yang serba cepat dan bising, banyak dari kita lupa bagaimana menyikapi hidup. Kita mengejar banyak hal, tapi kehilangan arah; berlari, tapi tak tahu untuk apa.

 

Seni Menyikapi Hidup hadir sebagai jeda—mengajak kita menenangkan pikiran, memahami luka, dan menata kembali hubungan dengan diri sendiri. Lewat refleksi para pemikir seperti Erich Fromm, Ibnul Jauzi, Gandhi, Epicurus, dan Hamka, buku ini menuntun kita menemukan makna sejati di balik hiruk pikuk modernitas.

 

Inilah perjalanan lembut menuju ketenangan batin: ketika kita mampu menyikapi hidup dengan sadar, kita pun tumbuh melampaui diri—menjadi pribadi yang bahkan tak pernah kita bayangkan sebelumnya.

 

Keunggulan

 

Buku ini memadukan konsep-konsep psikologi dan agama sehingga pembaca mendapatkan cara mengatasi masalah dari dua sisi.

 

Buku ini disajikan dengan gaya bahasa yang relatif sederhana dan dilengkapi contoh-contoh yang mudah dipahami.

 

Tentang Penulis

 

Fahruddin Faiz lahir di Mojokerto pada 16 Agustus 1975. Dia meraih S-1 dari Jurusan Aqidah dan Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1998), S-2 dari Jurusan Agama dan Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2001), dan S-3 dari Jurusan Studi Islam UIN Sunan Kalijaga (2014).

 

Selain menjadi dosen dan wakil dekan di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, penerima Short-Course on Research-Management, NTU Singapura (2006) dan Short-Course on Islamic-Philosophy, ICIS (International center for Islamic Studies), Qom, Iran (2007) ini juga merupakan seorang penulis yang cukup aktif. Beberapa karyanya antara lain: Menjadi Manusia, Menjadi Hamba; Menghilang, Menemukan Diri Sejati; Mati Sebelum Mati Buka Kesadaran Hakiki; Jatuh Cinta kepada-Nya; dan beberapa judul buku lain.

 

Dia juga masih aktif memberikan ceramah keagamaan, khususnya bertema filsafat ke sepenjuru Nusantara.

Seni Menyikapi Hidup
Seni Menyikapi Hidup

NT$530