Jatuh Cinta kepada-Nya

NT$530

Seseorang yang tak pernah mencintai, tak akan pernah bisa mencintai Tuhan dengan sepenuh hati. Maka, mencintai hal-hal yang bersifat duniawi menjadi penting sebagai persiapan mencintai Tuhan. Meski cinta kepada manusia ada batasnya, tapi mengajarkan hati untuk berkorban, memberi manfaat, dan hidup bermakna.

 

Jatuh cinta juga berarti siap mengalami kekecewaan dan patah hati dalam perjalanannya, yang jika dirawat dengan benar justru akan menumbuhkan cinta sejati. Karena cinta tidak sekadar relasi antarmanusia, tetapi berakar pada kasih sayang Ilahi yang menyatukan segala sesuatu. Sehingga, cinta tidak hanya menghangatkan jiwa, tetapi juga membersihkan hati dari belenggu duniawi.

 

Jatuh Cinta kepada-Nya adalah perjalanan menuju cinta hakiki, cinta yang mengalir dari hati yang telah melampaui keduniawian. Melalui ajaran-ajaran para sufi dan filsuf yang telah menempuh jalan ini, pembaca diajak merenungkan makna mendalam tentang cinta Ilahi dan langkah-langkah untuk menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Endorsement

“Bagi mereka yang membutuhkan asupan jiwa dengan perluasan hati yang tak terbatas dan pencarian mutiara ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan, sangat perlu membaca buku ini, tanpa jeda, hingga tuntas!”

—Neng Dara Affiah, Akademisi, Penulis, dan Pegiat Kemanusiaan

 

“Melalui refleksi sufistik yang mendalam, buku ini menjadi pemandu spiritual, juga sumber ketenangan batin. Sebuah bacaan wajib bagi siapa saja yang mencari kedamaian dan kebahagiaan melalui cinta yang tulus tanpa pamrih kepada-Nya.”

—Neng Hannah, Akademisi, Penulis, Pencinta Filsafat dan Tasawuf

 

Keunggulan

– Ditulis oleh seorang yang ahli dalam bidang filsafat.

– Berisi kumpulan tulisan pendek dengan tema-tema yang relevan dengan Islam masa kini.

– Menggunakan bahasa yang mudah dipahami pembaca, meskipun berisi materi yang tergolong berat, yakni filsafat.

– Penulis merupakan pengasuh Ngaji Filsafat di Masjid Jendral Sudirman.

– Penulis mengajak pembaca untuk napak tilas perjalanan spiritual para sufi dalam menggapai cinta-Nya, yang diidolakan oleh banyak filsuf, seperti di antaranya: Rabiah Al-‘Adawiyah, Jalaluddin Rumi, Laila Majnun, Hafizh Syirazi, dan lainnya.

– Penulis mengajak pembaca untuk merayakan hidup. Dan, cara untuk merayakannya adalah dengan saling mencintai.

– Mengupas tuntas tentang rute ideal hidup.

– Membedah perbedaan antara toxic positivity dan stoikisme.

– Mengajak pembaca berani menghadapi patah hati.

– Mengajak pembaca tidak takut menghadapi cinta dan konsekuensi dari cinta–penderitaan, pengorbanan, patah hati, kesedihan, dll.

– Penulis berhasil menggambarkan betapa cinta adalah satu-satunya relasi yang benar-benar membebaskan manusia.

– Penulis membedah kecerdasan-kecerdasan manusia yang kerap terlupakan, tetapi sangat penting sebagai bekal utama dalam menghadapi kehidupan.

– Penulis mengupas semua hal-hal yang dapat menentukan kesuksesan hidup seseorang.

Jatuh Cinta kepada-Nya
Jatuh Cinta kepada-Nya

NT$530