Ian Kalima dikenal sebagai mahasiswa yang santai, jenaka, dan sedikit tengil di kampusnya. Suatu hari, saat melihat Cika dengan penampilan yang unik, Ian merasakan sesuatu yang berbeda. Dari kejadian sederhana itu, ia mulai tertarik pada Cika dan hal-hal kecil tentang dirinya yang membuat Ian terus memikirkan dia.
Cika, yang lebih dulu menunjukkan minat pada Ian, membuka pintu bagi hubungan mereka untuk berkembang. Cerita berfokus pada proses rayuan (entice) yang dilakukan Cika dan bagaimana pendekatan itu menimbulkan kekacauan lucu sekaligus menggemaskan dalam hidup Ian. Seiring waktu, hubungan mereka berubah menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar ketertarikan awal—perasaan itu berubah menjadi “jebakan” emosional yang membuat Ian tak bisa berpaling (entrap).
Pembaca diajak menyelami momen-momen kocak, penuh butterflies, dan baper khas romansa kampus saat kedua tokoh ini saling mengenal, menguji batas perasaan, dan merasakan dinamika jatuh cinta yang manis sekaligus rumit.
Ian Kalima dikenal sebagai mahasiswa yang santai, jenaka, dan sedikit tengil di kampusnya. Suatu hari, saat melihat Cika dengan penampilan yang unik, Ian merasakan sesuatu yang berbeda. Dari kejadian sederhana itu, ia mulai tertarik pada Cika dan hal-hal kecil tentang dirinya yang membuat Ian terus memikirkan dia.
Cika, yang lebih dulu menunjukkan minat pada Ian, membuka pintu bagi hubungan mereka untuk berkembang. Cerita berfokus pada proses rayuan (entice) yang dilakukan Cika dan bagaimana pendekatan itu menimbulkan kekacauan lucu sekaligus menggemaskan dalam hidup Ian. Seiring waktu, hubungan mereka berubah menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar ketertarikan awal—perasaan itu berubah menjadi “jebakan” emosional yang membuat Ian tak bisa berpaling (entrap).
Pembaca diajak menyelami momen-momen kocak, penuh butterflies, dan baper khas romansa kampus saat kedua tokoh ini saling mengenal, menguji batas perasaan, dan merasakan dinamika jatuh cinta yang manis sekaligus rumit.







Reviews
There are no reviews yet.