NT$570

Novel “Helen dan Sukanta” menggambarkan bagaimana Ciwidey memiliki romansa klasik tersendiri. Selain itu, ada digambarkan juga soal Belanda yang masih lekat dengan nuansa Indonesia yang tergambar dalam sebuah restoran bernama Lachende Javaan.

 

Menceritakan tokoh aku yang bertemu dengan seseorang bernama Helen di sebuah rumah makan bernuansa Indonesia. Helen merupakan wanita Belanda yang sangat mencintai Indonesia lantaran saat masa kecilnya, ia tinggal di Ranca Suni, Ciwidey. Kala itu, Helen berteman dengan masyarakat asli Ciwidey, berangkat sekolah bersama, bermain, hingga akhirnya menyukai Sukanta.