Ma? Ma?
Kamu ingat kamu memanggilnya?
Mungkin kamu punya panggilan lain untuk ibumu, berbeda denganku.
Saat aku nulis kalimat di atas, aku membayangkan situasi di masa lalu, sewaktu pulang sekolah.
Aku sampai di rumah, tapi nggak langsung lihat sosok mama. Refleks mulutku panggil-panggil mama. Setiap sudut rumah aku cari. Setiap tetangga aku temui, sampai mama ada di depan mata. Apa sih cari-cari? Mama di sini, kok.” Giliran ketemu, mama tanya begitu.
Aku cuma bisa jawab, Nggak kok. Sepertinya itu sudah jadi salah satu bukti kalau aku sayang sama mama, aku takut kehilangan mama, dan nggak bisa jauh dari mama. Tapi, aku bingung bilangnya.
Waktu aku kecil, aku cengeng setiap kali sakit. Selain obat, keberadaan mama juga seperti vitamin yang mebuatku lekas sembuh.
Makan disuapin mama.
Minum obat disiapin mama.
Tidur dipeluk mama.
Dipijat tangannya sama mama.
Sekarang, mama sakit adalah overthinking terbesar saat di rantau. Takut hal terburuk terjadi saat kami berjauhan.









Reviews
There are no reviews yet.