Istanbul akhir abad ke-16. Miniaturis istana Kesultanan Utsmaniyah tengah mengerjakan proyek rahasia yang terinspirasi dari teknik seni Eropa. Enishte Efendi, seorang utusan istana, ditunjuk Sultan untuk memimpin proyek tersebut. Inovasi ini membuat Guru Osman selaku kepala bengkel miniaturis cemas karena menganggap Enishte mengancam keyakinan lama, serta menciptakan persaingan dan pertentangan tak wajar di antara para miniaturis. Ketegangan itu memuncak ketika salah satu dari mereka ditemukan tewas misterius.
Kembalinya Hitam—keponakan Enishte Efendi dan mantan murid di bengkel miniaturis—ke Istanbul setelah bertahun-tahun pergi menyeretnya ke dalam pusaran penyelidikan tersembunyi. Dia pun dipertemukan lagi dengan Shekure, perempuan yang pernah dicintainya. Di tengah pergolakan yang menjerat para seniman, hubungan Hitam dan Shekure berkembang di tengah bahaya dan ketidakpastian.
My Name Is Red memadukan misteri pembunuhan, drama cinta, dan perenungan filosofis tentang seni. Novel pemenang IMPAC Dublin Literary Award ini menegaskan posisi Orhan Pamuk sebagai peraih Hadiah Nobel Sastra 2006, sekaligus menghadirkan tema-tema tentang identitas, tradisi, dan benturan budaya yang tetap relevan sampai hari ini.
“Misteri pembunuhan yang memesona berlatar Istanbul abad ke-16.”
—Publishers Weekly
“Sebuah novel yang kaya akan gagasan, citra, dan kisah-kisah lama.”
—Kirkus Reviews
Tentang Penulis
Orhan Pamuk (lahir di Istanbul, 7 Juni 1952) adalah salah satu novelis paling berpengaruh dari Turki dan peraih Hadiah Nobel Sastra 2006. Dalam karya-karyanya, dia dikenal piawai memadukan sejarah, seni, politik, dan filsafat dengan teknik narasi yang berlapis-lapis. Pamuk tumbuh di lingkungan keluarga kelas menengah di Distrik Nişantaşı dan pada masa mudanya bercita-cita menjadi pelukis sebelum akhirnya menekuni dunia kepenulisan.
Popularitas Pamuk meroket lewat novel My Name Is Red (Benim Adım Kırmızı), sebuah kisah berlatar Kesultanan Utsmaniyah abad ke-16 yang menggabungkan seni miniatur, misteri pembunuhan, drama cinta, dan renungan filosofis tentang penciptaan. Karya-karya penting lainnya meliputi Snow (Kar), The Black Book (Kara Kitap), The Museum of Innocence (Masumiyet Müzesi), serta memoarnya yang terkenal, Istanbul: Memories and the City (İstanbul: Hatıralar ve Şehir). Buku-bukunya telah diterjemahkan ke puluhan bahasa dan membawanya ke panggung sastra internasional sebagai sosok yang kerap memperjuangkan kebebasan berekspresi dan dialog antarbudaya.










Reviews
There are no reviews yet.