NT$470

ā€œAllah Mahaindah dan menyukai keindahan, maka dekati Dia dengan rayuan yang begitu romantis. Sebab, amal kita bukanlah ā€˜alat tukar’ untuk surga, melainkan hanya Rahmat-Nya yang membawa kita ke surga.ā€

 

Jika Tuhan Maha Pengasih, masih perlukah kita merayu-Nya? Tentu saja perlu dan hanya itulah cara kita menjemput rahmat-Nya. Bahkan, sebelum kita merayu-Nya dengan romantis, Tuhan telah memberi nikmat yang unlimited. Jangankan untuk membalas nikmat-Nya, untuk

menghitungnya pun kita tak akan mampu!

 

ā€œMaka,ā€ tulis Husein Jaā€˜far Al-Hadar, ā€œkita memerlukan seni merayu Tuhan, agar cinta dan rahmat-Nya senantiasa berdegup di hati kita.ā€

 

Dalam buku Seni Merayu Tuhan, Husein menawarkan perspektif seni—dalam arti yang luas—kepada pembaca untuk memahami berbagai fenomena keberagamaan kontemporer, mulai dari kesalehan ritual, sosial, hingga digital.

Dengan gaya ā€œdakwah milenialisā€, bahasa yang popular, dan jenaka, Husein mengemas buku ini dengan segar dan mudah dicerna oleh berbagai kelompok anak muda, tanpa kehilangan daya nalar dan kritisnya.