Buku ini merupakan catatan ringkas yang dibuat untuk memudahkan memahami Allah Tritunggal dalam Gereja Katolik. Secara garis besar, pemahaman Allah Tritunggal yang memiliki banyak perdebatan dan pertanyaan dapat dipelajari dan dipahami secara manusiawi. Buku ini memang tidak sempurna karena pemahaman akan Allah yang tidak kelihatan adalah sesuatu yang misterius namun dapat dirasakan melalui cipta, rasa, dan karsa manusia. Semoga buku ini dapat membantu pembaca.
Buku ini adalah panduan ringkas yang dirancang untuk membantu kita menggali lebih dalam tentang misteri Allah Tritunggal. Doktrin ini, yang telah menjadi jantung iman Katolik selama berabad-abad, seringkali dianggap kompleks dan sulit dipahami. Namun, penulis berusaha menyajikan konsep yang mendalam ini dengan cara yang lebih mudah dicerna, tanpa mengorbankan kedalaman teologisnya.
Mengapa Allah Tritunggal begitu penting? Doktrin ini memberikan landasan bagi pemahaman kita tentang siapa Allah dan bagaimana kita berhubungan dengan-Nya. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang Tritunggal, kita dapat memperdalam iman kita dan menemukan makna yang lebih besar dalam hidup kita.
BAB I MEMAHAMI ALLAH TRITUNGGAL MELALUI PENGALAMAN AKAN ALLAH
1.1 Pengalaman
1.2 Bidang Pengalaman Akan Allah
1.3 Penderitaan Dalam Rangka Dosa Asal
BAB II MENGALAMAN AKAN ALLAH DALAM KITAB SUCI
2.1 Beberapa Catatan Historis
2.2 Asal-Usul Agama Yahwe
2.3 Ciri-Ciri Gambaran Allah dalam Perjanjian
Lama
BAB III KESAKSIAN ALLAH DALAM PERJANJIAN BARU
3.1 Pengalaman Yesus Akan Allah
3.2 Pengalaman Para Rasul
3.3 Pengalaman dan Refleksi Umat Perdana
3.4 Allah, Yesus, dan Manusia
3.5 Roh Kudus Menurut Kesaksian Kitab Suci
3.6 Refleksi Atas Pengalaman ALLAH dalam Tradisi Gereja
BAB IV PERKEMBANGAN TEOLOGI TRINITAS
BAGIAN 1
Perkembangan Kristologi Sampai Konsili Khalkedon
Pandangan Teologi Modern Mengenai Allah Tritunggal
Doktrin ALLAH Tritunggal Menurut Moltmann
Problem dari Doktrin ALLAH Tritunggal Menurut Moltmann
ISTILAH PENTING
TEOLOGI TRINITAS MASA KINI
a. Teolog yang berpandangan hahwa Allah tritunggal itu satu Pribadi, mereka ini disebut “trinitarianisme monopersonal”.
b. Pandangan kelompok ketiga adalah di tengah
c. Trinitas sosial: Jurgen Moltman dan Wolfhart Panenberg
d. Dampak sosio-politik-religius iman trinitas







Reviews
There are no reviews yet.