Malte mencintai matematika dan segala keteraturannya. Sebagai satu-satunya perwakilan olimpiade matematika dari sekolahnya, tentu Malte harus belajar keras. Sayangnya kedatangan Josefine membuat dunia Malte jungkir balik. Pasalnya, kakak tirinya itu membuat rumahnya yang dulu ramai menjadi penuh ketegangan. Ditambah lagi ada Lale, saingan olimpiade yang cantik dan membuat Malte resah. Malte yang selama ini mengandalkan logika jadi kelabakan. Ia sungguh bingung menghadapi perasaan yang saling bertabrakan dan menyiksa ini!
Prolog:
Mereka tidak menanyakan persetujuanku. Mama tidak bertanya, apalagi Papa. Tentu saja. Dia anak perempuan Papa dan urusan Papa. Sekadar mengungkapkan keberatan atas keberadaan Josefine bersama kami sekarang pun tidak mungkin. Semua karena ibunya. Ketika seseorang mengidap kanker dan habis dioperasi, kau tidak boleh menolaknya. Kau harus berbahagia dan bersyukur bahwa segalanya telah berjalan baik. Bahwa ibu Josefine, yang kini bebas kanker, sedang menjalani terapi pemulihan, dan jika semua lancar, dia akan pulang dalam keadaan sehat beberapa minggu lagi.










Reviews
There are no reviews yet.