“Apakah
kamu masih milikku?
Pertanyaan
itu berkutat dalam benakku. Padahal seharusnya aku sadar bahwa
sebetulnya
kamu sudah enggan. Namun, entah bagaimana kau bisa membuatku
kembali
jatuh; kembali ingin bersamamu (lagi).
Dan
luka-luka yang kuterima justru membuatku semakin terjebak—dalam repetisi yang
menyakitkan.
Perlahan aku sadar bahwa seharusnya aku lebih menyayangi diri sendiri.
Akhirnya,
aku memilih kepastian yang selama ini kusangkal. Aku melepaskanmu.
Terima
kasih untuk segala perasaan yang kau kenalkan padaku.
Dariku
yang menyelesaikan ‘kita’, atau lebih tepatnya menyelesaikan aku semata?










Reviews
There are no reviews yet.