NT$530

Situasi dunia abad ke-21 kini dilanda oleh perubahan besar-besaran dan ketidakpastian. Akibatnya, sumber-sumber otoritas pun—termasuk hukum, kitab suci, tradisi, dan teori—kini tampak kewalahan.

Situasi ini menuntut kemampuan setiap orang untuk bernalar dan menafsir informasi secara kritis dan mandiri. Di sinilah hermeneutika mengambil peran.

Hermeneutika bersandar pada prinsip bahwa seluruh kehidupan adalah proses penafsiran. Dalam hidup manusia, tak ada hal yang bebas tafsir. Hidup berarti menafsir—menafsir apa pun yang kita alami, pada setiap detik—baik dalam bidang sains, kitab suci, ideologi, maupun tradisi.

Dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, buku ini mengajak Anda memahami hermeneutika guna membaca, memahami, dan menafsirkan realitas. Sangat penting dibaca oleh kalangan mahasiswa, pengajar, pencari hakikat, penikmat filsafat, dan siapa pun yang ingin menghayati kenyataan secara lebih mendalam dan menukik.

 

Buku ini menguraikan konsep-konsep kunci hermeneutika.

– Hermeneutika sebagai paradigma, framework, atau kerangka pandang baru untuk memahami kenyataan.

– Sejarah dan perubahan pemahaman atas hermeneutika.

– Peran sentral bahasa dalam hermeneutika.

– Kebenaran dan makna dari sudut hermeneutika.

– Substansi atau subject matter penafsiran.

– Karakter kritis hermeneutika.

– Posisi seni sebagai paradigma epistemologis hermeneutika.

– Hermeneutika sebagai kritik atas Metafisika Barat.

 

Keunggulan buku Hermeneutika:

1. Memadukan Teori dan Praktik. Buku ini tidak hanya memaparkan konsep hermeneutika secara filosofis, tetapi juga menunjukkan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari—mulai dari memahami teks klasik, pengalaman sejarah, hingga relasi sosial.

2. Membuka Ruang Refleksi Diri. Hermeneutika dihadirkan bukan sekadar sebagai metode membaca teks, melainkan juga cara membaca diri sendiri. Ini membuat buku terasa personalk dan transformatif bagi pembaca.

3. Menawarkan Perspektif Lintas Zaman. Dengan contoh dari Plato hingga Anne Frank, buku ini menegaskan bahwa teks selalu melampaui maksud penulisnya dan tetap hidup di berbagai konteks generasi.

4. Mendorong Dialog Kreatif. Buku ini mengajak pembaca menjadikan teks sebagai ruang percakapan yang tak berkesudahan, sehingga proses membaca lebih interaktif, kritis, dan membebaskan.

 

“Kemampuan hermeneutika adalah dasar dari masyarakat kritis. Landasan open society yang memungkinkan bangsa yang demokratik dan hukum yang adil. Buku ini penting dibaca oleh khalayak ramai.”

—Prof. Bagus Muljadi, Host of Chronicles, Adjunct Professor at IPB

 

“Buku ini melatih kita untuk mengetuk pintu kebenaran dengan ketekunan interpretatif sambil berharap agar ia menyambut kita sebagai tamunya yang telah lama mencarinya.”

—Prof. Dr. F. Budi Hardiman, penulis Seni Memahami Hermeneutik dari Schleiermacher sampai Derrida

 

“Hermeneutika bukan saja tidak bertolak belakang dengan ilmu tafsir, malahan satu sama lain dapat saling memperkaya tanpa harus khawatir akan pudarnya dimensi ilahiah sejauh menyangkut teks kitab suci.”

—Prof. Dr. Abad Badruzaman, pengajar Ilmu Tafsir UIN SATU Tulungagung

 

“Buku ini mengajari kita bahwa hermeneutika—sebagai filsafat penafsiran—bukanlah cara menjangkar dan mengukuhkan makna, melainkan sebuah pergulatan melawan kelumpuhan nalar dan kebekuan tafsir, untuk membentangkan samudra makna

yang lebih lentur dan kaya.”

—Prof. Dr. Yasraf Amir Piliang, M.A., penulis Sebuah Dunia yang Dilipat dan dosen FSRD ITB

 

“Uraian Prof. Bambang padat dan tajam, melampaui sekat-sekat agama dan kitab suci. Hermeneutika telah menghiasi diskursus keilmuan Islam di tanah air, hingga masuk ke dalam kurikulum pendidikan.”

—Prof. Dr. Jajang A. Rohmana, M.Ag., Guru Besar Ilmu Tafsir UIN Sunan Gunung Djati Bandung

 

“Saat membaca buku ini, ingatan saya langsung terpelanting pada laku ilmiah Hermes, sang manusia arif. Saya menangkap sinyal bahwa buku ini adalah bagian dari jatah pengetahuan kuno yang ‘disisakan’ oleh Hermes untuk manusia hari ini.

Selamat membaca!”

—M. Yaser Arafat, penulis Nisan Hamengkubuwanan dan dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Hermeneutika
Hermeneutika

NT$530

Add to cart